Archive for the ‘Curhat’ Category

Love myself more

April 5, 2008

Terkadang aku membenci diriku sendiri, mungkin orang yang terlihat baik dalam banyak hal.Namun memiliki banyak kekurangan di banyak hal juga. Tapi kadang aku sangat menyukai diriku, dan merasa tidak ingin berubah.. Aku kadang menyukai diriku yang pendiam, tidak memberikan masalah pada orang lain, tidak membuat orang lain menderita karena perkataanku, tapi kadang merasa tidak berguna karena tidak membantu orang lain yang dalam kesulitan. TIdak dapat menyenangkan orang – orang yang aku cintai dengan perkataanku.

Kadang aku sebal akan diriku yang pemalas, namun kadang aku sangat merasa sangat nyaman dengan keadaan seperti itu, tidak tergesa – gesa, dan mudah merasa bahagia, mudah merasa puas dengan sesuatu.

Aku sangat menyukai diriku yang senang belajar Dharma, namun merasa mengapa sepertinya aku melakukannya bukan dengan motivasi baik.

Akhir – akhir ini aku merenung, benarkah aku mengenal diriku sendiri, berapa banyak hal – hal buruk dalam diriku yang kusembunyikan agar aku disukai banyak orang. Berapa banyak sebenarnya hal – hal baik aku lakukan demi kesenanganku sendiri. Betapa aku berusaha untuk menjadi orang lain untuk mempermudah hidupku.

Tapi sekarang aku sadar. Aku haruslah sangat menyukai diriku sendiri, diriku yang tidak sempurna ini. Dengan pengolahan yang baik, semua kekuranganku akan menjadi aset yang sangat berharga. Pengorbanan yang aku lakukan sekarang, akan menjadi modal dan pengalaman yang sangat berguna untuk hal yang akan aku lakukan dimasa yang akan datang.

Aku tidak perlu berusaha menjadi orang lain yang pintar bicara, meniru gaya bicara mereka. Aku harus berusaha sebagai diriku sendiri, melakukan hal – hal yang aku yakini. Tidak terpengaruh orang lain, tidak mengambil jalan pintas. Suatu saat sikap pendiamku sekarang, akan menunjangku untuk berbicara dengan lebih baik dimasa yang akan datang. Aku akan berusaha keras agar menjadi orang yang berbicara dengan menyenangkan, tidak melebih – lebihkan, dan tidak berusaha untuk menyenangkan orang lain.

Aku akan berusaha keras menyadari setiap kekesalan, kemarahan, yang timbul dari segala tindakanku. Memperhatikannya dengan sungguh – sungguh, menyadari hal yang ditimbulkannya, mencatat dan kemudian membagi para orang lain. Aku akan menjadikan itu sebagai dasar latihanku, agar aku memiliki motivasi yang benar untuk berbuat baik.

Mungkin akan sangat menyenangkan menjadi orang yang sempurna. Tapi itu hanya untuk diri sendiri, tidak terlalu berguna bagi orang lain. Berlatih mengatasi kekurangan, dan kemudian membaginya bagi orang lain, menyadari penderitaan karena kekurangan tersebut, dan kemudian menjadikan sebagai motivasi untuk membantu mereka.

When bug is experience (SoftBuggy 2006-2007)

December 6, 2007

Motto ini aku dengan dari seseorang satu tahun yang lalu, waktu kuliah bersama konsep teknologi waktu semester 1. Terus terang saja, bagiku ini sangat berkesan dan bermakna sangat dalam. Orang komputer biasanya sangat familiar dengan istilah bug. Itu biasanya diartikan sebagai sebuah kesalahan dalam program atau algoritma tertentu, yang disebabkan ketidak telitian programmernya.

Aku suka menganalogikan hidup ini seperti membuat program. Kita punya tugas untuk melakukan sesuatu, proses itulah yang dianalogikan sebagai proses pembuatan program. Kita sering melakukan kesalahan, karena itu kita sering sekali takut membuat kesalahan ketika sedang melakukan sesuatu. Karena rasa takut itulah kita tidak berani mencoba sesuatu yang baru. Kita mengekang diri kita dengan hal-hal tersebut..

Pada akhir bulan Agustus 2006, seseorang pernah berkata padaku. Bug itu adalah manusiawi, justru orang yang tidak pernah nge-bug itu bukanlah manusia. Yang penting adalah menyediakan waktu untuk debugging. Perkataan itu sangat berkesan padaku waktu itu, bahkan hingga saat ini. Aku sangat berterima-kasih kepada orang yang mengatakan itu padaku.

Pada bulan Oktober 2007 juga, ada seseorang yang menceritakan tentang perkataan dosen Konsep Teknologinya, seorang ilmuan akan sangat senang ketika menemukan suatu rumus atau teori, tapi disisi lain dia sangat menderita mengetahui betapa khawatirnya dia kalau-kalau teori yang ditemukannya itu ternyata mengandung kesalahan, dan berusaha dengan setengah hati mencari tahu apakah ada kesalahan atau tidak….
Tapi sebenarnya ilmuan yang baik itu tidak seperti itu, ketika sedang menganalisa temuannya, dia harus bertindak seperti orang lain, dia harus beranggapan kalau temuannya itu masih mengandung kesalahan, dan sekuat tenaga mencari kesalahannya.

Sama saja seperti hidup kita, kadang kita takut mengakui kalau selama ini kita melakukan kesalahan. Kita takut jika kita melakukan kesalahan, kita takut apa yang kita praktikkan selama ini percuma. Tapi kita tidak boleh seperti itu, jangan sampai kita tersesat terus. Aku penganut prinsip worst-case dan back-tracking. Mempersiapkan sejak awal kemungkinan terburuk, tidak ragu mencoba semua hal, dan melakukan early-pruning jika jalanku sudah melenceng. Hehe..

When bug is experience, belajar dari kesalahan, aku akan berusaha melakukan yang terbaik, tidak takut membuat kesalahan, mencoba segala hal, dan tanpa terikat dan segera mengakhirinya begitu aku mengetahui hal itu buruk. Aku akan bertangung jawab untuk segala keputusanku, tidak keras kepala, dan melihat segala sesuatu apa-adanya, tidak dibiaskan oleh persepsi keliruku.

Seven Steps to Improve Personal Effectiveness (Putra Sampoerna Training)

November 22, 2007

Tiba-tiba saja diwajibkan ikut training dari SF di waktu sedang sibuk bangetnya kuliah, tugas menumpuk, kuis dan ujian dimana-mana.WAH!!!!!!!!!!!!  Kenapa sih waktunya tidak waktu lagi santai aja (sebal >.<)

Pertama-tama datang dengan perasaan kesal, mencoba memotivasi diri sendiri dengan berkata semoga bisa bermanfaat deh trainingnya,  agar ga sia-sia aku datang. Pertama kali datang melihat instrukturnya agak ragu juga, soalnya tidak mendapat kesan apa-apa (biasanya kalo motivator itukan jago memotivasi, wajahnya selalu cerah,tersenyum dll). Training dibuka dengan menulis nama orang yang berpengaruh besar dalam hidup kita dan menjelaskan pada anggota yang lain kenapa kita mengidolakan orang tersebut. Setelah itu mulai masuk pelajaran pertama, mengenai mengapa harus bersikap ProAktif(hm.. sudah sering, cape deh T_T). Setelah beberapa simulasi, ada sedikit hal yang berbeda dengan training yang pernah kuikuti dulu, instrukturnya mengajarkan bahwa kita tidak boleh hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga orang lain. Timbul sedikit ketertarikan.

Setelah itu kelompokku mendapat presentasi mengenai Win-Win solution , menjelaskan mengapa itu penting dll. Entah kebetulan atau sebuah keberuntungan, ini merupakan salah satu topik yang sangat aku sukai, mengapa membantu orang itu penting, mengapa berpikir tidak egois itu penting. Sesuatu yang selama ini jadi pertimbanganku apakah berbuat baik hanya agar orang-orang menyukai kita, agar kita mendapatkan banyak hal baik dimasa datang. Selama ini motivasiku hanyalah agar orang yang aku bantu tidak menderita, yang setelah aku renungkan ternyata percuma saja kalau  membantu orang setengah-setengah karena hanya akan menyusahkan mereka dikemudian hari, bahwa ternyata menolong orang itu sangatlah sulit. “Kita semua ingin bahagia, namun kita tidak akan bahagia jika orang lain tidak bahagia, jadi sebenarnya ingin bahagia berarti dengan membuat diri sendiri dan orang lain bahagia”. Dengan tidak egois kita akan semakin kokoh, terbentuknya suatu kesinambungan-kontinuitas, kita tidak dapat melepaskan diri kita dari orang lain, semua saling berhubungan, semua saling bergantung satu sama lain. Kita semua saling memberi, baik ketakutan , kemarahan, kesedihan maupun keberaniaan, kesukacitaan dan kebahagiaan.

Sewaktu training juga ada yang bertanya, mengapa perusahaan-perusahaan yang melakukan eksploitasi kepada pekerjanya cenderung lebih maju dibanding perusahaan yang juga memikirkan kesejahteraan para anggotanya. Sewaktu berpikir aku jadi teringat dengan para koruptor, orang yang korupsi tentu saja akan lebih kaya dibanding orang yang tidak korupsi, tapi pikirkan akibat yang telah mereka perbuat, karena kesenangan mereka yang tidak seberapa entah berapa banyak orang yang mereka buat menderita, penderitaan yang menurutku tidak dapat dibayar meskipun koruptor tersebut memberikan semua uang mereka, menghancurkan negara, dan akhirnya suatu saat mereka akan sangat menyesal dengan perbuatan yang telah mereka lakukan, dibenci banyak orang, dan lain-lain. Sama seperti perusahaan tadi, mereka telah membuat banyak sekali penderitaan untuk orang lain, mengeruk alam. Bumi kita sudah dalam masa yang kritis, kerusakan yang dialaminya sudah sangat parah, namun perusahaan-perusahaan tadi masih lah tidak perduli, mereka tidak akan berhenti sampai mereka puas, yang sepertinya tidak ada ujungnya. Hingga suatu saat, entah penderitaan seperti apa yang akan mereka berikan untuk semua manusia dibumi, semoga mereka segera menyadarinya.

Ups, sepertinya sudah mulai tidak nyambung.Hehe..Tapi ya gapapalah, terima kasih kepada banyak orang, kepada orang yang membantuku berlatih sehingga aku bisa menyadari hal ini, kepada orang-orang yang telah memfasilitasi training ini.

Semoga berkat hasil latihan yang aku dapatkan ketika pelatihan ini bermanfaat kepada semua makhluk dan dunia, semoga berkat hasil, latihan yang aku dapatkan ketika pelatihan ini semua makhluk berbahagia. Terima kasih semuanya..

A precious two weeks(7-21 Okt 2007)

October 27, 2007

Wuih, cape banget 2 minggu ini, banyak banget kerjaan. Hampir tiap hari datang ke VVD buat latihan mandiri, survey makrab, buat kesimpulan cd Dhammadesana, dll. Padahal tanggal 22 Okt ini bakal ujian. Seminggu penuh lagi. T_T

Tapi banyak sekali hal yang aku dapatkan, sesuatu yang tidak mungkin aku dapatkan hanya dengan bermain-main aja sewaktu liburan. :-P . Meskipun terasa sibuk dan penuh kekhawatiran kerena ga belajar untuk UTS, aku mendapatkan cukup banyak hal dari sisi Dhamma, Organisasi dan beberapa hal yang pribadi juga. 2 minggu yang membuatku sangat senang, suasana baru, teman-teman baru, motivasi baru, pengalaman baru, dan pola pikir yang baru. Aku bertemu dengan banyak orang-orang hebat, dengan pola pikir yang luar biasa, melakukan hal-hal yang sebelumnya kupikir tidak akan bisa aku lakukan.

Jatuh dari motor, Camping dan bertualang di malam hari sewaktu menjadi tim advance untuk tim survey Makrab PVVD, bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru selesai retret Dhammajala ke 17 , mendapatkan dan melakukan banyak hal sewaktu latihan mandiri, sms-an dengan seseorang, menjadi lebih akrab dengan panitia-panitia Makrab, ikutan resepsi pernikahan di Vihara, dan hal-hal lain yang menjadikan liburan ini sangat berharga. Liburan yang mungkin akan berperan besar dalam hidupku. Liburan yang akan selalu kuingat ketika akan mengambil keputusan penting.

Thx ya semuanya, thx untuk segala yang kalian berikan..

Jatuh dari Motor

October 13, 2007

Baru-baru ini waktu sedang survey untuk Makrab PVVD di Cikole, aku jatuh dari Motor waktu pulangnya. T_T.. Kejadiannya terjadi sekitar 10 menit sejak perjalanan pulang, di belokan ke 3 atau ke 4, aku tidak dapat mengendalikan motorku karena terlalu kencang sehingga keluar jalur.Untung aja aku hanya lecet-lecet sedikit di tangan, kaki dan bahu..Hehe..

Tapi meskipun begitu aku bersyukur. Aku baru belajar naik motor, banyak hal yang masih belum aku ketahui, ketika dalam perjalanan pulang itupun aku sedang mencoba-coba kemampuanku dalam mengendalikan motor. Temanku banyak yang mengatakan andaikan saja mereka tidak ikut denganku sewaktu perjalan pulang mungkin hal ini tidak akan terjadi karena aku tidak akan nekad. Menurutku ini suatu keberuntungan. Jika saja hal ini tidak terjadi kemarin mungkin saja akan terjadi beberapa hari lagi, atau mungkin beberapa bulan atau beberapa tahun lagi. Dan mungkin keadaannya akan jauh lebih parah, untung saja aku tidak jatuh ke jurang, untung saja aku tidak tabrakan dengan orang lain dan tidak sedang membonceng orang lain sehingga malah membahayakan mereka. Untung saja aku mengalaminya sendiri. Untung saja waktu itu aku ada teman yang mengikutiku dari belakang, sehingga bisa segera menolongku. Ketika aku pikir-pikir aku sangat beruntung sekali kemarin.

Selain itu aku juga mendapatkan beberapa pengalaman berharga. aku tidak dapat memikirkan apa-apa ketika jatuh dari motor, aku baru sadar ketika aku merasa helm ku terbentur dan aku sudah terjatuh beberapa meter dari motorku dan tanganku berlumuran darah( tidak parah sih, aku sekarang mengetik dengan dua tangan loh, :P ). Yang jadi pikiranku adalah, apa yang akan terjadi jika pada saat itu aku mati, apa yang akan aku rasakan, apa yang aku pikirkan. Apakah aku akan mati begitu saja, atau aku melihat kilas balikku dan sebagainya. Saat itu aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi padaku beberapa saat lagi, sama sekali tidak terpikirkan apakah aku akan luka atau mati, atau motorku rusak. Bahkan untuk beberapa detik setelah kejadian itu aku tidak dapat berpikir apa-apa.

Dan beberapa hal yang jadi pelajaran, aku bisa mati kapan saja, aku harus selalu berbuat baik, belajar, berlatih dan berbagi untuk segera mengetahui kebenaran sejati dan tidak terikat pada ideologi palsu. Semoga aku tidak mati duluan sebelum aku mengetahuinya. :-)
Semoga semua orang memiliki kebahagiannya masing – masing, semoga semua orang berbahagia.