Terkadang aku membenci diriku sendiri, mungkin orang yang terlihat baik dalam banyak hal.Namun memiliki banyak kekurangan di banyak hal juga. Tapi kadang aku sangat menyukai diriku, dan merasa tidak ingin berubah.. Aku kadang menyukai diriku yang pendiam, tidak memberikan masalah pada orang lain, tidak membuat orang lain menderita karena perkataanku, tapi kadang merasa tidak berguna karena tidak membantu orang lain yang dalam kesulitan. TIdak dapat menyenangkan orang – orang yang aku cintai dengan perkataanku.
Kadang aku sebal akan diriku yang pemalas, namun kadang aku sangat merasa sangat nyaman dengan keadaan seperti itu, tidak tergesa – gesa, dan mudah merasa bahagia, mudah merasa puas dengan sesuatu.
Aku sangat menyukai diriku yang senang belajar Dharma, namun merasa mengapa sepertinya aku melakukannya bukan dengan motivasi baik.
Akhir – akhir ini aku merenung, benarkah aku mengenal diriku sendiri, berapa banyak hal – hal buruk dalam diriku yang kusembunyikan agar aku disukai banyak orang. Berapa banyak sebenarnya hal – hal baik aku lakukan demi kesenanganku sendiri. Betapa aku berusaha untuk menjadi orang lain untuk mempermudah hidupku.
Tapi sekarang aku sadar. Aku haruslah sangat menyukai diriku sendiri, diriku yang tidak sempurna ini. Dengan pengolahan yang baik, semua kekuranganku akan menjadi aset yang sangat berharga. Pengorbanan yang aku lakukan sekarang, akan menjadi modal dan pengalaman yang sangat berguna untuk hal yang akan aku lakukan dimasa yang akan datang.
Aku tidak perlu berusaha menjadi orang lain yang pintar bicara, meniru gaya bicara mereka. Aku harus berusaha sebagai diriku sendiri, melakukan hal – hal yang aku yakini. Tidak terpengaruh orang lain, tidak mengambil jalan pintas. Suatu saat sikap pendiamku sekarang, akan menunjangku untuk berbicara dengan lebih baik dimasa yang akan datang. Aku akan berusaha keras agar menjadi orang yang berbicara dengan menyenangkan, tidak melebih – lebihkan, dan tidak berusaha untuk menyenangkan orang lain.
Aku akan berusaha keras menyadari setiap kekesalan, kemarahan, yang timbul dari segala tindakanku. Memperhatikannya dengan sungguh – sungguh, menyadari hal yang ditimbulkannya, mencatat dan kemudian membagi para orang lain. Aku akan menjadikan itu sebagai dasar latihanku, agar aku memiliki motivasi yang benar untuk berbuat baik.
Mungkin akan sangat menyenangkan menjadi orang yang sempurna. Tapi itu hanya untuk diri sendiri, tidak terlalu berguna bagi orang lain. Berlatih mengatasi kekurangan, dan kemudian membaginya bagi orang lain, menyadari penderitaan karena kekurangan tersebut, dan kemudian menjadikan sebagai motivasi untuk membantu mereka.