Kelanjutan dari Blog ku yang lalu. Hehe…
Sering kali kita menyesali keputusan yang telah kita ambil. Seperti masalah yang pertama, kalau kita mengambil dari peti yang pertama dan kemudian ternyata yang kita minum adalah racun, kita akan langsung menyesal dan kemudian kesal kenapa kita tidak minum saja air dari peti yang kedua. Padahal kita tidak tahu juga apa yang terjadi kalau kita minum air dari peti yang kedua. Bisa saja yang kita ambil juga merupakan racun. Salah satu Dosen kesukaanku pernah berkata, “Kadang kita kecewa terhadap sesuatu karena kita mengira hal tersebut adalah hal buruk.”
Kesimpulan pertamaku untuk masalah ini, kita tidak boleh memandang pilihan hanya sebagai baik atau buruk, tapi lebih baik atau lebih buruk. Kita juga seharusnya tidak langsung kecewa terhadap pilihan kita, kalau kita sudah memilih, sebaiknya kita jalanilah pilihan kita dengan senang hati, tanpa berandai-andai. Dan bahkan misalnya pilihan yang kita ambil itu adalah pilihan yang terburuk, Terimalah Kenyataan, kita seharusnya menjadikannya pelajaran, tidak terlalu larut dalam kesedihan, dan cobalah kembali untuk bangkit.
Masalah kedua, kita cenderung menyalahkan orang lain untuk pilihan yang telah mereka buat. Padahal pilihan yang kita buat juga sangat bergantung pada orang lain. Anak tersebut sampai memakai narkoba, salah-satunya adalah ketidaktahuan dia akan kerugiaan yang akan didapatnya. Padahal kalau saja ada orang yang memberitahu dia tentang bahaya narkoba tersebut, maka dia tidak akan mengunakannya.
Kesimpulan keduaku, kita tidak boleh egois akan apa yang terjadi pada orang lain. Memang itu adalah pilihan mereka, tapi kita hanya beruntung saja karena mengetahui hal-hal tersebut baik atau buruk, kita memiliki pengetahuan lebih. Kita juga berperan serta meskipun sedikit akan hal yang terjadi pada mereka. Pikirkan bagaimana kalau hal tersebut yang terjadi pada kita. Sebuah peringatan yang bagus juga bagi kita untuk terus belajar, berlatih dan berbagi pengetauan kepada orang lain.
Pada masalah ketiga, kita tidak dapat memilih. Mengapa seseorang terlahir di keluarga miskin, mengapa seseorang cacat sewaktu dilahirkan. Bahkan menurutku, orang yang berperilaku jahat dan baik juga sudah ditentukan dari lahir. Kadang seseorang banga karena menjadi orang baik, tenang dan lainnya. Padahal itu juga merupakan suatu keberuntungan. Orang tersebut mungkin lahir dikeluarga yang baik, lingkungan yang aman dan bergaul dengan orang-orang baik, bayangkan dengan orang-orang yang lahir dikeluarga penjahat, setiap hari dicekam ketakutan sehingga pikirannya dipenuhi kekerasan. Bukan sepenuhnya salah mereka juga.
Kesimpulan ketigaku, hargailah setiap hal yang kita dapat, dan jangan memandang rendah orang yang miskin, jahat, cacat, bodoh dan lainnya. Mereka hanya kurang beruntung.
Pada masalah keempat, kalau orang yang memilih kotak A dan benar, maka maka orang tersebut akan bahagia, kalau ternyata salah, dia akan mengumpat-umpat. Sama saja ketika memilih kotak B, ketika mereka memilih kotak yang benar mereka akan bahagia, dan kalau memilih kotak yang salah mereka akan kecewa. Kalau aku, aku akan memilih kotak yang A. Aku akan senang kalau aku memilih kotak yang benar, dan tidak akan kecewa kalau memilih kotak yang salah. Aku juga tidak akan menganggap orang yang memilih kotak yang B dan ternyata memilih kotak yang benar, sebagai pilihan yang benar. Percaya atau tidak kemungkinan Harta Karun terdapat di kotak A adalah 66.6% sedangkan di kotak B hanya 33.3%.
Ada pembuktian Matematikanya loh. ![]()
Kesimpulanku untuk masalah ini, misalkan kita bermain permainan ini 10 kali, maka kita pasti pernah kalah atau menang, bahkan pilihan terbaikpun kadang dapat salah, ini masalah Probabilitas, jadi pilihlah sesuatu dengan Probabilitas terbesar.:-)