Archive for October, 2007

A precious two weeks(7-21 Okt 2007)

October 27, 2007

Wuih, cape banget 2 minggu ini, banyak banget kerjaan. Hampir tiap hari datang ke VVD buat latihan mandiri, survey makrab, buat kesimpulan cd Dhammadesana, dll. Padahal tanggal 22 Okt ini bakal ujian. Seminggu penuh lagi. T_T

Tapi banyak sekali hal yang aku dapatkan, sesuatu yang tidak mungkin aku dapatkan hanya dengan bermain-main aja sewaktu liburan. :-P . Meskipun terasa sibuk dan penuh kekhawatiran kerena ga belajar untuk UTS, aku mendapatkan cukup banyak hal dari sisi Dhamma, Organisasi dan beberapa hal yang pribadi juga. 2 minggu yang membuatku sangat senang, suasana baru, teman-teman baru, motivasi baru, pengalaman baru, dan pola pikir yang baru. Aku bertemu dengan banyak orang-orang hebat, dengan pola pikir yang luar biasa, melakukan hal-hal yang sebelumnya kupikir tidak akan bisa aku lakukan.

Jatuh dari motor, Camping dan bertualang di malam hari sewaktu menjadi tim advance untuk tim survey Makrab PVVD, bertemu dan berkenalan dengan orang-orang baru selesai retret Dhammajala ke 17 , mendapatkan dan melakukan banyak hal sewaktu latihan mandiri, sms-an dengan seseorang, menjadi lebih akrab dengan panitia-panitia Makrab, ikutan resepsi pernikahan di Vihara, dan hal-hal lain yang menjadikan liburan ini sangat berharga. Liburan yang mungkin akan berperan besar dalam hidupku. Liburan yang akan selalu kuingat ketika akan mengambil keputusan penting.

Thx ya semuanya, thx untuk segala yang kalian berikan..

Jatuh dari Motor

October 13, 2007

Baru-baru ini waktu sedang survey untuk Makrab PVVD di Cikole, aku jatuh dari Motor waktu pulangnya. T_T.. Kejadiannya terjadi sekitar 10 menit sejak perjalanan pulang, di belokan ke 3 atau ke 4, aku tidak dapat mengendalikan motorku karena terlalu kencang sehingga keluar jalur.Untung aja aku hanya lecet-lecet sedikit di tangan, kaki dan bahu..Hehe..

Tapi meskipun begitu aku bersyukur. Aku baru belajar naik motor, banyak hal yang masih belum aku ketahui, ketika dalam perjalanan pulang itupun aku sedang mencoba-coba kemampuanku dalam mengendalikan motor. Temanku banyak yang mengatakan andaikan saja mereka tidak ikut denganku sewaktu perjalan pulang mungkin hal ini tidak akan terjadi karena aku tidak akan nekad. Menurutku ini suatu keberuntungan. Jika saja hal ini tidak terjadi kemarin mungkin saja akan terjadi beberapa hari lagi, atau mungkin beberapa bulan atau beberapa tahun lagi. Dan mungkin keadaannya akan jauh lebih parah, untung saja aku tidak jatuh ke jurang, untung saja aku tidak tabrakan dengan orang lain dan tidak sedang membonceng orang lain sehingga malah membahayakan mereka. Untung saja aku mengalaminya sendiri. Untung saja waktu itu aku ada teman yang mengikutiku dari belakang, sehingga bisa segera menolongku. Ketika aku pikir-pikir aku sangat beruntung sekali kemarin.

Selain itu aku juga mendapatkan beberapa pengalaman berharga. aku tidak dapat memikirkan apa-apa ketika jatuh dari motor, aku baru sadar ketika aku merasa helm ku terbentur dan aku sudah terjatuh beberapa meter dari motorku dan tanganku berlumuran darah( tidak parah sih, aku sekarang mengetik dengan dua tangan loh, :P ). Yang jadi pikiranku adalah, apa yang akan terjadi jika pada saat itu aku mati, apa yang akan aku rasakan, apa yang aku pikirkan. Apakah aku akan mati begitu saja, atau aku melihat kilas balikku dan sebagainya. Saat itu aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi padaku beberapa saat lagi, sama sekali tidak terpikirkan apakah aku akan luka atau mati, atau motorku rusak. Bahkan untuk beberapa detik setelah kejadian itu aku tidak dapat berpikir apa-apa.

Dan beberapa hal yang jadi pelajaran, aku bisa mati kapan saja, aku harus selalu berbuat baik, belajar, berlatih dan berbagi untuk segera mengetahui kebenaran sejati dan tidak terikat pada ideologi palsu. Semoga aku tidak mati duluan sebelum aku mengetahuinya. :-)
Semoga semua orang memiliki kebahagiannya masing – masing, semoga semua orang berbahagia.

Pilihan dalam Hidup

October 9, 2007

Kelanjutan dari Blog ku yang lalu. Hehe…

Sering kali kita menyesali keputusan yang telah kita ambil. Seperti masalah yang pertama, kalau kita mengambil dari peti yang pertama dan kemudian ternyata yang kita minum adalah racun, kita akan langsung menyesal dan kemudian kesal kenapa kita tidak minum saja air dari peti yang kedua. Padahal kita tidak tahu juga apa yang terjadi kalau kita minum air dari peti yang kedua. Bisa saja yang kita ambil juga merupakan racun. Salah satu Dosen kesukaanku pernah berkata, “Kadang kita kecewa terhadap sesuatu karena kita mengira hal tersebut adalah hal buruk.”
Kesimpulan pertamaku untuk masalah ini, kita tidak boleh  memandang pilihan hanya sebagai baik atau buruk, tapi lebih baik atau lebih buruk. Kita juga seharusnya tidak langsung kecewa terhadap pilihan kita, kalau kita sudah memilih, sebaiknya kita jalanilah pilihan kita dengan senang hati, tanpa berandai-andai. Dan bahkan misalnya pilihan yang kita ambil itu adalah pilihan yang terburuk, Terimalah Kenyataan, kita seharusnya menjadikannya pelajaran, tidak terlalu larut dalam kesedihan, dan cobalah kembali untuk bangkit.

Masalah kedua, kita cenderung menyalahkan orang lain untuk pilihan yang telah mereka buat. Padahal pilihan yang kita buat juga sangat bergantung pada orang lain. Anak tersebut sampai memakai narkoba, salah-satunya adalah ketidaktahuan dia akan kerugiaan yang akan didapatnya. Padahal kalau saja ada orang yang memberitahu dia tentang bahaya narkoba tersebut, maka dia tidak akan mengunakannya.
Kesimpulan keduaku,  kita tidak boleh egois akan apa yang terjadi pada orang lain. Memang itu adalah pilihan mereka, tapi kita hanya beruntung saja karena mengetahui hal-hal tersebut baik atau buruk, kita memiliki pengetahuan lebih. Kita juga berperan serta meskipun sedikit akan hal yang terjadi pada mereka. Pikirkan bagaimana kalau hal tersebut yang terjadi pada kita. Sebuah peringatan yang bagus juga bagi kita untuk terus belajar, berlatih dan berbagi pengetauan kepada orang lain.

Pada masalah ketiga, kita tidak dapat memilih. Mengapa seseorang terlahir di keluarga miskin, mengapa seseorang cacat sewaktu dilahirkan. Bahkan menurutku, orang yang berperilaku jahat dan baik juga sudah ditentukan dari lahir. Kadang seseorang banga karena menjadi orang baik, tenang dan lainnya. Padahal itu juga merupakan suatu keberuntungan. Orang tersebut mungkin lahir dikeluarga yang baik, lingkungan yang aman dan bergaul dengan orang-orang baik, bayangkan dengan orang-orang yang lahir dikeluarga penjahat, setiap hari dicekam ketakutan sehingga pikirannya dipenuhi kekerasan. Bukan sepenuhnya salah mereka juga.
Kesimpulan ketigaku, hargailah setiap hal yang kita dapat, dan jangan memandang rendah orang yang miskin, jahat, cacat, bodoh dan lainnya. Mereka hanya kurang beruntung.

Pada masalah keempat, kalau orang yang memilih kotak A dan benar, maka maka orang tersebut akan bahagia, kalau ternyata salah, dia akan mengumpat-umpat. Sama saja ketika memilih kotak B, ketika mereka memilih kotak yang benar mereka akan bahagia, dan kalau memilih kotak yang salah mereka akan kecewa. Kalau aku, aku akan memilih kotak yang A. Aku akan senang kalau aku memilih kotak yang benar, dan tidak akan kecewa kalau memilih kotak yang salah. Aku juga tidak akan menganggap orang yang memilih kotak yang B dan ternyata memilih kotak yang benar, sebagai pilihan yang benar. Percaya atau tidak kemungkinan Harta Karun terdapat di kotak A adalah 66.6% sedangkan di kotak B hanya 33.3%.
Ada pembuktian Matematikanya loh. :-P
Kesimpulanku untuk masalah ini, misalkan kita bermain permainan ini 10 kali, maka kita pasti pernah kalah atau menang, bahkan pilihan terbaikpun kadang dapat salah, ini masalah Probabilitas, jadi pilihlah sesuatu dengan Probabilitas terbesar.:-)

Hidup adalah pilihan?

October 5, 2007

Kata-kata yang sering didengar, tapi aku punya pendapat sendiri..

Masalah pertama

Disebuah pulau tak berpenghuni terdapat dua buah peti yang berisi 50 botol minuman. Hanya saja, pada peti pertama terdapat 5 botol racun yang tidak dapat dibedakan dari 50 botol lainnya dan kita pasti mati jika minum setengah dari botol tersebut, sedangkan pada peti kedua 5 botol racun tersebut telah disebar secara tidak merata ke botol-botol lainnya. Kalau kalian harus minum sebotol minuman untuk bertahan hidup, botol dari peti mana yang akan kalian minum, dan bagaimana cara kalian minum?


Masalah Kedua

Seorang Anak SMA diajak untuk mengunakan narkoba, dan dia karena penasaran dia mencobanya. Sekarang dia sedang berada di pusat rehabilitasi dan merasa sangat menderita. Apakah itu adalah salah dia sepenuhnya karena telah mengunakan narkoba?

Masalah Ketiga

Seorang anak terlahir dalam keadaan cacat. Siapakah yang harus disalahkan? Orang tuanya? Atau salah dia sendiri?

Masalah Keempat

Ada 3 kotak yang tidak kita ketahui isinya,yang kita ketahui hanyalah disalah satu kotak tersebut terdapat sebuah harta karun dan kotak lainnya kosong. Tujuan dari permainan ini ialah mendapatkan harta karun tersebut. Pertama-tama kita disuruh memilih salah satu dari kotak tersebut, misalkan kotak-kotaknya adalah A,B, dan C.. Kita memilih kotak B dan kemudian ada yang membuka kotak C dan memperlihatkan bahwa kotak C tidak berisi apa-apa. Sekarang hanya tinggal 2 buah kotak yang salah satunya berisi harta karun. Entah Kotak A atau Kotak B. Kalau harus disuruh memilih lagi, kalian akan memilih kotak yang mana?

Apa pendapat kalian tentang masalah-masalah diatas? Hehe..

There is happiness in being better..

October 5, 2007

Semua orang pasti ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, setiap orang ingin menjadi lebih baik dari orang lain. Semua orang mati-matian belajar, bekerja, untuk menjadi lebih baik, melebihi orang lain. Pasti semua orang merasa bahagia ketika menjadi lebih baik dari orang lain.

Keinginan untuk menjadi lebih baik dari orang lain adalah asal mula dari sebuah persaingan. Kita merasa senang ketika melebihi orang lain, dan merasa sedih ketika dikalahkan oleh orang lain. Jadi sampai kapan baru kita akan merasa puas? Ketika menjadi orang terbaik didunia? Kita tidak akan pernah merasa puas dengan hasil yang telah kita miliki, awalnya memang kita merasa senang, tapi pasti suatu saat kita akan merasa bosan dan menginginkan lebih, dan ketika kita gagal mendapatkan apa yang kita inginkan kita menjadi sedih. Jadi kenapa kita tidak berhenti berusaha dan menikmati hidup ini saja? Tentu beberapa orang akan berpendapat dengan pendapatnya sendiri. Tidak, tidak.. Kita tidak akan bisa bahagia dengan hanya menikmati hidup ini, suatu saat kita juga akan menginginkan lebih dan kemudian kita akan menderita kembali.

Hal yang perlu di perhatikan ialah setiap kali kita merasa bahagia, kita juga akan merasa sedih. Kita tidak akan merasa bahagia selamanya, tapi juga tidak bakal sedih selamanya, hidup selalu berubah, dan masalahnya kita cenderung lebih mengingat kesedihan kita dibanding kebahagiaan kita.

Jadi apakah kita akan selalu merasa sedih, bagaimana agar kita bisa merasa bahagia. Caranya adalah… Pikirin aja sendiri :p

Semoga semua orang memiliki kebahagiaannya masing-masing, semoga semua orang berbahagia… Hehe