Archive for September, 2007

Segengam garam dilautan

September 24, 2007

Sewaktu masih berada di kelas 3 SMP seorang laki-laki mengikuti klub olimpiade fisika di sekolahnya, dia sangat senang sekali bisa lolos seleksinya. Namun dia mulai merasa dirinya tidak mampu menyaingi temannya, seseorang yang sangat dikaguminya, seseorang yang kelak mendapat medali Emas dilomba Fisika Internasional, meskipun saat itu dia tidak akan menduga hal tersebut bisa terjadi. Dia juga merasa dirinya bodoh, tidak memiliki hal yang disukainya, sehingga memilih untuk keluar dari tim tersebut. Kemudian di semester 2, guru sekolahnya mulai mengajar quick basic, awalnya sih biasa-biasa saja, ketika ada tugas besar, dia diminta temannya yang tinggal didekat rumahnya untuk mengajarinya membuat tugas tersebut, disitulah dia mulai merasa tertarik dengan dunia programming, dia merasa sangat kagum dengan keteraturan dan kesederhanaan dari programming, sesuatu yang bisa mengekspresikan dirinya, sesuatu yang selalu melakukan apa yang diinginkanya, tanpa mengeluh, tanpa bertanya. Jika program itu melakukan kesalahan, maka yang melakukannya adalah programmernya, bukan karena programnya bodoh, melainkan programmnernya yang bodoh. Hal itu membuatnya bertekad untuk mengikuti klub programming yang ada disekolahnya tahun depan.

Kelas 1 SMA adalah saat yang sangat membahagiakan dirinya, itulah pertama kali dia bertemu dengan ce kelak sangat disukainya, meskipun sampai saat ini dia masih belum memberitahukan perasaannya pada ce tersebut. :P . Tahun inilah dia mendapatkan banyak teman baru, mulai aktif di organisasi sekolah, bertemu dengan orang-orang yang sependapat. Orang tidak ditemuinya sewaktu dia kuliah, seharusnya dia sangat menghargai saat itu. Dia mulai ikutan banyak kegiatan, mulai dari lomba Robotik yang diadakan salah satu kampus di Kota tempat tinggalnya, ikut lomba catur disekolahnya, dan ikutan seleksi olimpiade komputer tingkat kota untuk pertama kali. Disitulah bakatnya mulai dikenal, pengajar Robotik memuji bakatnya, mengalahkan peraih medali perak dan perunggu dalam lomba tersebut, dan guru pembimbing klub programming sangat menyukainya. Dia merasa sangat senang sekali. Dia merasa itulah saat paling indah dalam hidupnya. Tapi segalanya seperti berubah pada akhir Kelas 1 SMA, dia kalah dalam lomba Robotik dimana semua orang mengungulkannya, dia kalah dalam catur karena meremehkan lawannya, dan gagal dalam seleksi olimpiade komputer meski mendapat juara 1 pada seleksi kotanya. Hal ini sangat membuatnya sedih dan putus asa.

Kelas 2 SMA adalah saat yang cukup bersejarah dalam hidupnya juga, sebuah perbaikan dari tahun lalu. Dia memenagkan lomba robotik dan pergi ke Singapura untuk ikut lomba tingkat Internasional, dia juga menjadi wakil ketua Klub catur di sekolahnya, sempat terjadi perselisihan dengan beberapa orang teman baiknya karena seorang ce. Sungguh luar biasa lima orang menyukai ce yang sama, dan kebetulan semua orang itu adalah teman baiknya. :p, sampai mengadakan konferensi segala. Dan baru-baru ini dia mendengar kenyataan yang cukup mengejutkan dari temannya. Hehe.. Ketika ada sebuah lomba yang diadakan sebuah perguruan tinggi swasta dibandung, dia berhasil mengerjakan sebuah soal yang sangat sulit, saat ini pulalah dia yakin, bahwa keputusannya memilih programming tidaklah salah. Dia kemudian mengikuti seleksi kota sekali lagi dan mendapatkan juara 2 untuk tingkat kota.

Inilah saat-saat dia kembali menekuni programming, mendapatkan banyak teman baru waktu seleksi provinsi, dan akhirnya mendapatkan medali emas sewaktu OSN IV di Jakarta. Saat-saat berada di OSN adalah saat yang tidak akan pernah dilupakannya (karena beberapa hal, tidak hanya karena lombanya..Hehe) . Setelah pulang dia sudah memfokuskan untuk belajar programming, sehingga beberapa masalah di kelasnya menjadi agak kacau. Tapi meskipun begitu , dia tidak menyesal. Dia memang menyukai programming, programming telah memberikan banyak hal kepadanya. Akhirnya setelah berjuang panjang dia berhasil terpilih menjadi 4 orang yang akan mengikuti lomba programming beskala internasional . Tapi didalam lomba tersebut dia melakukan kesalahan fatal yang sangat disesalinya waktu itu, andaikan saja dia lebih berhati-hati dia pasti bakal setidaknya mendapatkan medali.

Tapi setelah beberapa waktu berlalu, dia mulai bisa menerima hal tersebut, pengalamannya waktu bertanding tersebut telah menjadi pelajaran bagi orang lain. Dia merasa cukup senang, karena dengan kesalahannya dia telah membantu orang lain. Dia juga jadi belajar banyak hal, untuk tidak menyesali segala yang terjadi, karena itu adalah pilihan yang dia ambil, spekulasi yang dia ambil, dia seharusnya sudah mempertimbangkan matang-matang tentang keuntungan dan kerugian yang akan dia dapatkan. “Andaikan dia berhati-hati”, sesuatu yang dia pikirkan terus, mungkin banyak orang lain yang mengalami hal yang sama. Kata “andaikan” memang terdengar menyenangkan, namum sebenarnya “andaikan” juga keadaan yang terjadi lebih buruk, kita tidak perlu terlalu menyesalinya. Kita tidak akan mengetahui apa yang akan terjadi, jadi hargailah hidup kita saat ini, tidak perlu terlalu menyesali masa lalu.

Sekarang orang tersebut masih menjalani masa kuliahnya dengan penuh berandai-andai. :P . Namun dia sudah tidak pernah menyesal lagi, dia menikmati setiap saat dalam hidupnya. Kadang dia bernostalgia akan masa lalu dan tersenyum. “Andaikan semua tidak seperti itu”.. :P

OSN VI

September 9, 2007

Pengalaman selama seminggu yang sangat berharga, meski harus ditebus dengan tidak mengikuti tiga kuis..Hehe

Aku menjadi juri OSN bidang komputer, kerjaannya sih buat-buat testcase, solusi, cari soal, mengawasi peserta dll.
Melihat perjuangan mereka aku jadi teringat kenangan dua tahun yang lalu dimana aku berjuang mati-matian untuk dapat lolos :P .

Ternyata menjadi juri itu tidaklah mudah, memberikan keadilan pada setiap peserta sangatlah sulit. Mereka datang dari berbagai daerah, ada yang berasal dari kota besar dan mendapat fasilitas belajar yang sangat lengkap, tapi ada juga yang belum pernah memakai komputer sehingga mengunakan mouse saja tidak bisa. Ketika ada yang bertanya padaku bagaimana cara men Submit program yang dibuat mengunakan web, aku mencoba untuk menjelaskan, tapi peserta yang disebelahnya langsung protes. Dalam hati aku merasa sedih, dia tidak bisa bukan karena dia bodoh, sangat wajar orang yang tidak pernah memakai internet menanyakan hal tersebut. Lagipula tujuan OSN komputer kan tidak hanya untuk mencari wakil yang akan ke IOI, salah satu tujuannya adalah mengembangkan dan menyebarkan teknologi infomasi keseluruh Indonesia. Ingin rasanya menjadi sukarelawan yang pergi kedaerah-daerah untuk mengajar mereka, tapi bagaimana dengan kuliahku, kesibukanku. Mungkin suatu saat nanti.. Hehe.. Wish Me Luck..

Persaingan memang hal yang penting dalam sebuah lomba, tidak mungkin semua orang bisa menang.. Dan bahkan tidak selalu yang terbaik yang berhasil.. Ada kalanya orang pintar di OSN malah tidak dapat medali, karena melakukan kesalahan misalnya nge’Bug’ ato sakit waktu lomba. Tapi ada juga orang yang biasa-biasa saja malah dapat medali, karena beruntung dsb ( Ada juga orang yang berspekulasi tidak mau men ‘Debug’ programnya demi mengerjakan soal lain :P ). Bagi yang kalah, jangalah terlalu merasa putus asa, dan bagi yang menang, mungkin banyak faktor keberuntungan dalam lomba kalian. Hehe. Tidak bermaksud meremehkan loh ya. Aku juga pernah mengalami banyak hal seperti itu. Selamat buat yang menang deh. Sesuai motto OSN “Datang Berkompetisi dan Jadilah yang Terbaik :P “. Bagi aku itu artinya lebih pada berbuat yang terbaik, bukan menjadi yang terbaik. Diubah aja jadi “Datang Berkompetisi dan Lakukanlah yang Terbaik”. Tapi kesannya agak jelek tuh..Hehe.. Ga jadi deh

Salah satu hal penting di OSN adalah seberapa banyak cenya.. Hehe.. Itu selalu menjadi perbincangan setiap tahun (Bagi co lo). Di Komputer, ada satu ce yang jadi perbincangan para Juri, tapi begitu tau dia ga lolos semua juri langsung kecewa.. hehe.. Tapi kekecewaan itu terobati oleh bidang lain, aku sempat kenalan dengan beberapa orang, tapi ga nanya no HPnya tuh.. Salah nih hehe..

Rekreasinya ke Taman Wisata Bahari Lamongan, suvenir yang aku beli dengan susah payah untuk seseorang yang spesial ternyata tertinggal di bus konsumsi (ada alasan mengapa disebut bus konsumsi :P ). T_T.. Akhirnya malah beli gantungan kunci OSN yang agak unik :P .

Overall, perjalanan kali ini cukup menyenangkan. “Datang Berkompetisi dan Jadilah yang Terbaik”, “TOKI Go Get Gold”.

VIVA TOKI